
Merangin – Setelah melakukan kunjungan ke lokus Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pauh Menang, rangkaian kunjungan kerja Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi, Zamhari, S.H., M.H., berlanjut dengan audiensi bersama manajemen PT. Kurnia Merangin Berjaya (KMB) di Kabupaten Merangin, Rabu (10/6/2026). Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Zamhari memaparkan berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN khususnya Program GENTING, yang mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, dalam memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting. Menurutnya, dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar keluarga sasaran melalui bantuan nutrisi, sanitasi, maupun perbaikan rumah layak huni.
“Program GENTING tidak hanya berbicara tentang bantuan semata, tetapi bagaimana kita bersama-sama memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan terbebas dari risiko stunting. Perusahaan dapat berkontribusi sesuai kemampuan dan kebijakan masing-masing, baik dalam bentuk bantuan nutrisi, sanitasi, maupun intervensi lainnya yang berdampak langsung kepada keluarga sasaran,” ujar Zamhari.
Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan yang berpartisipasi dalam Program GENTING akan mendapatkan pengakuan sebagai Orang Tua Asuh Cegah Stunting dan berpeluang memperoleh penghargaan hingga tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang diberikan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Perwakilan dari PT. Kurnia Merangin Berjaya, Hendrik Dwi Hariyanto, menyambut baik program yang disampaikan dan menyatakan kesiapan perusahaan untuk mempelajari lebih lanjut bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada keluarga sasaran. “Nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut di internal perusahaan mengenai bentuk bantuan yang dapat diberikan. Kami juga perlu melihat mekanisme pelaksanaannya agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Hendrik.

Dalam diskusi tersebut, Koordinator Balai Penyuluh KB Kecamatan Pamenang, Marduwati, S.ST., S.I.Kom, menjelaskan bahwa bantuan yang dibutuhkan tidak harus berupa uang tunai. Menurutnya, bantuan dapat diberikan dalam bentuk bahan pangan bergizi seperti telur, beras, susu, dan kebutuhan nutrisi lainnya yang kemudian akan disalurkan kepada keluarga berisiko stunting. Selain itu, bantuan juga dapat berupa dukungan sanitasi yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Menanggapi hal tersebut, Zamhari menegaskan bahwa fleksibilitas bentuk bantuan menjadi salah satu keunggulan Program GENTING. Perusahaan dapat menentukan bentuk intervensi sesuai kemampuan dan kebijakan CSR yang dimiliki. “Kalau perusahaan tidak ingin direpotkan dengan distribusi harian, bantuan dapat berupa bahan makanan. Bisa juga dalam bentuk makanan siap konsumsi, bantuan sanitasi, atau bahkan bedah rumah. Yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap keluarga sasaran. Lokasi penerima manfaat pun dapat disesuaikan dengan lokus yang menjadi perhatian perusahaan,” jelasnya.
Kepala Desa Rejosari, Widodo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program GENTING di wilayahnya. Ia memastikan pemerintah desa siap membantu proses pendataan, pendampingan, serta memastikan bantuan yang diberikan dapat diterima langsung oleh keluarga sasaran. “Kami siap mendukung dan berkoordinasi dengan semua pihak agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan serta memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujar Widodo.
Pada kesempatan itu, Zamhari juga menjelaskan bahwa keluarga penerima manfaat yang diasuh oleh perusahaan akan mendapatkan pendampingan dan pemantauan perkembangan secara berkala. Hasil perkembangan anak maupun keluarga penerima bantuan nantinya akan dilaporkan kepada perusahaan sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban pelaksanaan program.
Menutup pertemuan, pihak PT. Kurnia Merangin Berjaya menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti hasil audiensi dan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait bentuk dukungan yang akan diberikan. Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Program GENTING diharapkan mampu memperluas jangkauan intervensi kepada keluarga berisiko stunting sekaligus mempercepat terwujudnya generasi yang sehat, dan berkualitas di Kabupaten Merangin. (edp)